PEMBEBANAN RESIKO KEMATIAN DALAM AKAD JUAL BELI BENIH IKAN GURAME DENGAN SISTEM SATUAN PAKET PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH STUDI KASUS DI DESA BEJI, KECAMATAN KEDUNGBANTENG, KABUPATEN BANYUMAS

AZIZ, MAWARDI (2026) PEMBEBANAN RESIKO KEMATIAN DALAM AKAD JUAL BELI BENIH IKAN GURAME DENGAN SISTEM SATUAN PAKET PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH STUDI KASUS DI DESA BEJI, KECAMATAN KEDUNGBANTENG, KABUPATEN BANYUMAS. Skripsi thesis, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri.

This is the latest version of this item.

[img]
Preview
Text
AZIZ MAWARDI_PEMBEBANAN RESIKO KEMATIAN DALAM AKAD JUAL BELI BENIH IKAN GURAME DENGAN SISTEM SATUAN PAKET PERSEPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi Kasus Di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas).pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang akad pembebanan risiko kematian dalam jual beli benih ikan gurame dengan sistem satuan paket di Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, yang menunjukkan ketidaksesuaian antara akad awal dan pelaksanaannya. Dalam akad awal, “disepakati bahwa risiko kematian benih selama pengiriman menjadi tanggung jawab penuh penjual, termasuk biaya pengiriman ulang”. Terjadi perbedaan perlakuan: gantirugi kepada pelanggan tetap dengan pelanggan baru. Kondisi ini menimbulkan unsur keterpaksaan dan ketidakadilan bagi pelanggan baru, sehingga menarik untuk dikaji dari perspektif Hukum Ekonomi Syariah serta peraturan terkait, yaitu Pasal 1244 dan 1248 KUH Perdata serta Fatwa DSN-MUI No. 43/2004 tentang Ganti Rugi (Ḍhamān). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatifempiris. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) di Desa Beji. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap dua belas informan yang dipilih dengan teknik, Purposive Sampling (sampel bertujuan). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa akad pembebanan risiko kematian dalam jual beli benih ikan gurame dengan sistem satuan paket di Desa Beji dilakukan melalui akad salam, dalam akad awal, risiko kematian telur selama pengiriman menjadi tanggung jawab penuh penjual, termasuk biaya pengiriman ulang. Namun, pelaksanaannya diskriminatif: pelanggan tetap mendapat ganti rugi penuh telur dan ongkir kirim gratis, sedangkan pelanggan baru hanya mendapat telur pengganti dengan ongkos kirim dibebankan kepada pembeli tanpa pemberitahuan sebelum pengiriman , Rumusan masalah kedua mengenai perspektif Hukum Ekonomi Syariah menunjukkan bahwa akad awal telah sesuai dengan prinsip syariah, tetapi pembebanan ongkos kirim kepada pelanggan baru tidak selaras dengan prinsip ‘an tarāḍin (kerelaan) karena mengandung unsur keterpaksaan, melanggar konsep ḍhamān dalam Fatwa DSN-MUI No. 43/2004 yang mewajibkan ganti rugi penuh atas kerugian riil yang menjadi tanggungan, serta bertentangan dengan asas keadilan akibat diskriminasi perlakuan. Sebaiknya, mekanisme penerapan gantirugi kematian lebih mencerminkan keadilan dan kepatuhan terhadap prinsip ḍhamān.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: pembebanan risiko, jual beli benih ikan gurame, hukum ekonomi syariah, Ḍhamān, akad salam, KUH Perdata Pasal 1244 dan 1248, Fatwa DSN-MUI No.43/DSN-MUI/VIII/2004
Subjects: 2x4. Fiqih > 2x4.2 Muamalah
2x4. Fiqih > 2x4.2 Muamalah > 2x4.21 Jual Beli (Termasuk Salam dan Lelang)
2x4. Fiqih > 2x4.2 Muamalah > 2x4.22 Pinjam meminjam (Ariyah, Riba, Sewa, Hiwalah, Rahn, Jialah, Asuransi, Dhoman)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: AZIZ MAWARDI
Date Deposited: 25 Apr 2026 03:53
Last Modified: 25 Apr 2026 03:53
URI: http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/37018

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item View Item