AHMADUN, ZAENI (2025) PERSEPSI TOKOH AGAMA TERHADAP BATASAN PERGAULAN PASCA KHITBAH PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM (Studi Kasus di Desa Karangjambu Kecamatan Karangjambu Kabupaten Purbalingga). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI Prof. K.H. SAIFUDDIN ZUHRI.
|
Text
SKRIPSI AHMADUN ZAENI_PERSEPSI TOKOH AGAMA TERHADAP BATASAN PERGAULAN PASCA KHITBAH PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini membahas tentang pandangan tokoh agama terhadap batasan pergaulan pasca khitbah prespektif sosiologi hukum di Desa Karangjambu, Kecamatan Karngjambu, Kabupaten Purbalingga. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kenyataan bahwa khitbah adalah jalan untuk saling mengenal satu sama lain, keduanya perlu mengetahui tujuan penelitian, bagaimana latar belakang, sifat dan karakter calon pasangannya, sehingga tidak ada penyesalan di kemudian hari. Perlu dipahami, bahwasannya tenggang waktu dari pelaksanaan lamaran hingga sampai pada hari pernikahan hanya sebagai ruang untuk saling mengenal dan memahami satu sama lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh agama di Desa Karangjambu, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa para tokoh agama memiliki presepsi yang cenderung seragam mengenai perlunya pembatasan fisik dan emosional antara pasangan pasca khitbah, dengan landasan agama dan adat lokal. Hasil penelitian ini tokoh agama di Desa Karangjambu sepakat bahwa khitbah belum membolehkan interaksi bebas antara calon pasangan. Masa ini harus dijalani dengan menjaga batasan syariat, seperti tidak berduaan atau bersentuhan. Namun, sebagian masyarakat mulai longgar dalam menerapkan norma, sehingga diperlukan peran aktif tokoh agama, keluarga, dan masyarakat untuk memberikan edukasi serta pengawasan. Melalui pendekatan sosiologi hukum dan teori tindakan sosial Max Weber, ditemukan bahwa tokoh agama merespons fenomena ini dengan beragam tindakan: rasional instrumental (edukasi dan pembinaan), orientasi nilai (komitmen terhadap syariat), afektif (didorong keprihatinan), dan tradisional (pelestarian adat). Kesadaran akan pentingnya menjaga batasan syariat pasca khitbah perlu terus dikuatkan melalui sinergi antara tokoh agama, keluarga, dan masyarakat. Kata Kunci: tokoh agama, pergaulan pasca khitbah, sosiologi hukum
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: tokoh agama, pergaulan pasca khitbah, sosiologi hukum |
| Subjects: | 2x0 Islam (Umum) > 2x0.3 Islam dan Ilmu Sosial |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | AHMADUN ZAENI |
| Date Deposited: | 29 Oct 2025 06:11 |
| Last Modified: | 29 Oct 2025 06:11 |
| URI: | http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/34122 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
