TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP FENOMENA WAITHOOD DI KALANGAN GENERASI MILENIAL (Studi Kasus Desa Bojanegara, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara)

Nisrina, Qurratul (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP FENOMENA WAITHOOD DI KALANGAN GENERASI MILENIAL (Studi Kasus Desa Bojanegara, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara). Skripsi thesis, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

[img]
Preview
Text
Nisrina Qurratul Aini_Tinjauan Hukum Islam Terhadap Fenomena Waithood Di Kalangan Generasi Milenial (Studi Kasus Desa Bojanegara, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara).pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP FENOMENA WAITHOOD DI KALANGAN GENERASI MILENIAL (Studi Kasus Desa Bojanegara, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara) ABSTRAK Nisrina Qurratul Aini NIM. 214110302105 Jurusan Ilmu-Ilmu Syariah, Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Fenomena waithood atau penundaan pernikahan semakin nyata terjadi di kalangan generasi milenial, termasuk di desa Bojanegera, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara. Perubahan pola pikir generasi muda yang memprioritaskan pendidikan, karier, kesiapan mental, dan kestabilan ekonomi berdampak pada penurunan angka pernikahan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini muncul pula di lingkungan masyarakat desa, khususnya pada perempuan berusia 30-45 tahun yang telah mencapai usia matang namun memilih menunda pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena waithood di kalangan generasi milenial di desa Bojanegara, serta menganalisis secara mendalam perspektif hukum Islam terhadap fenomena tersebut. Adapun penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris, dengan sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara terhadap lima orang perempuan generasi milenial di desa Bojanegara yang menunda pernikahan, sedangkan data sekunder berasal dari studi kepustakaan melalui buku, jurnal, dan dokumen terkait fenomena waithood. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena waithood di Desa Bojanegara dilatarbelakangi oleh berbagai faktor, antara lain kondisi ekonomi yang belum stabil, kesiapan mental dan emosional yang belum memadai, kesibukan pekerjaan, belum menemukan pasangan yang sesuai, serta adanya alasan pribadi yang cukup mendalam, seperti kekhawatiran akan mengalami hal serupa dengan yang dialami orang tua dan rasa takut kehilangan jati diri. Dari perspektif fiqh munakahat, menunda pernikahan tanpa alasan darurat dapat bertentangan dengan tujuan syariat, karena pernikahan bertujuan menjaga kehormatan diri, memperoleh ketenangan, dan melanjutkan keturunan. Penundaan yang tidak mendesak juga bertentangan dengan maqāṣid al-syarī‘ah, karena menghalangi tercapainya kemaslahatan seperti ketenangan batin, keseimbangan emosional, dan stabilitas sosial. Kata kunci: Waithood, Generasi Milenial, Pernikahan, Maqāṣid Syarī‘ah

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Waithood, Generasi Milenial, Pernikahan, Maqāṣid Syarī‘ah
Subjects: 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Nisrina Qurratul Aini
Date Deposited: 28 Oct 2025 08:29
Last Modified: 28 Oct 2025 08:29
URI: http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/34059

Actions (login required)

View Item View Item