Fachrurrozi, Fachrurrozi (2025) KEWAJIBAN NAFKAH SUAMI SEBAGAI WARGA BINAAN DALAM UPAYA KETAHANAN KELUARGA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Cilacap). Skripsi thesis, UIN Prof.K.H. Saifuddin Zuhri.
|
Text
FACHRURROZI_KEWAJIBAN NAFKAH SUAMI SEBAGAI WARGA BINAAN DALAM UPAYA KETAHANAN KELUARGA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Dalam hukum keluarga Islam, suami memikul tanggung jawab menyeluruh terhadap istri dan anak-anaknya, baik secara material, moral, maupun spiritual. Ia berperan sebagai pemimpin, pelindung, dan penopang keluarga. Salah satu kewajiban utamanya adalah memberikan nafkah, yang mencakup pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, dan pendidikan anak. Kewajiban nafkah merupakan tanggung jawab utama suami dalam hukum keluarga Islam. Namun, pelaksanaannya menjadi rumit ketika suami berstatus sebagai warga binaan, karena keterbatasan ekonomi yang berdampak pada pemenuhan hak istri dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik nafkah oleh suami warga binaan serta upaya menjaga ketahanan keluarga dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis sosiologis. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung dengan lima warga binaan yang masih mempertahankan keutuhan rumah tangga serta dengan petugas Lapas terkait yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Selain itu, data sekunder dikumpulkan dari literatur hukum Islam, Al-Qur’an, hadis, dan peraturan perundang-undangan yang relevan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara induktif, dimulai dari reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan dua hal. Pertama, praktik pemenuhan nafkah oleh suami yang berstatus warga binaan di Lapas Kelas II-B Cilacap sebagian besar dilakukan melalui mekanisme tidak langsung, seperti memberikan kuasa kepada istri untuk mengelola usaha keluarga, menggunakan tabungan yang telah disiapkan sebelumnya, atau membiarkan istri bekerja di luar rumah untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Kedua, upaya suami dalam memenuhi kewajiban nafkah tersebut tetap mencerminkan tanggung jawab sesuai dengan prinsip hukum Islam, terutama dalam menjaga lima aspek ketahanan keluarga, yaitu aspek ekonomi, fisik, sosial-psikologis, legalitas, dan budaya sudah dilakukan semestinya dan tidak ada indikasi penolakan istri atas peran tambahan yang diemban.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nafkah Suami, Warga binaan, Ketahanan Keluarga, Hukum Islam |
| Subjects: | 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.36 Hak dan Kewajiban Suami-Istri (Nafaqoh) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | FACHRURROZI FACHRURROZI |
| Date Deposited: | 24 Jul 2025 06:35 |
| Last Modified: | 24 Jul 2025 06:35 |
| URI: | http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/32815 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
