PRAKTIK NIKAH ULANG BAGI WANITA KAWIN HAMIL PERSPEKTIF TEORI TINDAKAN SOSIAL MAX WEBER (Studi Kasus di Desa Sambeng Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang)

Hilda, Febriana (2025) PRAKTIK NIKAH ULANG BAGI WANITA KAWIN HAMIL PERSPEKTIF TEORI TINDAKAN SOSIAL MAX WEBER (Studi Kasus di Desa Sambeng Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang). Skripsi thesis, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

[img]
Preview
Text
HILDA FEBRIANA_PRAKTIK NIKAH ULANG BAGI WANITA KAWIN HAMIL PERSPEKTIF TEORI TINDAKAN SOSIAL MAX WEBER (Studi Kasus di Desa Sambeng Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang).pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Fenomena nikah ulang bagi wanita kawin hamil di Desa Sambeng menjadi praktik yang berkembang meskipun bertentangan dengan ketentuan Pasal 53 Kompilasi Hukum Islam yang menyatakan bahwa pernikahan ulang tidak diperlukan apabila akad pertama telah sah. Praktik ini tetap dilakukan masyarakat setelah anak lahir, meski pernikahan pertama telah dilangsungkan saat wanita dalam keadaan hamil di luar nikah. Masalah ini menunjukkan adanya kesenjangan antara norma hukum dan praktik sosial di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana praktik tersebut dilaksanakan serta mengapa masyarakat tetap melakukannya, ditinjau melalui hukum Islam dan teori tindakan sosial Max Weber. Penelitian ini merupakan studi lapangan bersifat kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan empat pasangan pelaku nikah ulang, tiga tokoh agama, dan observasi serta dokumentasi. Teori tindakan sosial Max Weber digunakan sebagai analisis untuk memahami tindakan masyarakat yang tidak hanya dilandasi oleh peraturan normatif, melainkan juga oleh nilai, kebiasaan, dan pertimbangan emosional. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis data yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Penelitian ini menyimpulkan dua hal. Pertama, nikah ulang bagi wanita kawin hamil tetap dilakukan di Desa Sambeng meskipun akad pertama sah dalam perspektif hukum Islam. Prosesi ini dimaknai sebagai bentuk kehati-hatian, pencarian keberkahan, dan penghormatan terhadap praktik dalam masyarakat. Dalam perspektif Max Weber, praktik ini mencerminkan tiga tindakan sekaligus yaitu tindakan afektif, rasional berorientasi nilai, dan tradisional. Kedua, faktor pendorongnya bersifat multidimensional, seperti rendahnya pendidikan, tekanan sosial, nilai budaya, serta dorongan psikologis, sehingga praktik ini lebih merupakan respons sosial dan spiritual daripada tuntutan hukum.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Nikah Ulang, Kawin Hamil, Tindakan Sosial Max Weber, Desa Sambeng
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law > 346 Private law (perdata) > 346.01 Marriage law
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: HILDA FEBRIANA
Date Deposited: 10 Jul 2025 03:58
Last Modified: 10 Jul 2025 03:58
URI: http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/31736

Actions (login required)

View Item View Item