POLIGAMI DALAM SATU ATAP PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI DESA KUTAYU, KECAMATAN TONJONG, KABUPATEN BREBES)

Silvi, Febrianti (2025) POLIGAMI DALAM SATU ATAP PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI DESA KUTAYU, KECAMATAN TONJONG, KABUPATEN BREBES). Skripsi thesis, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri.

[img]
Preview
Text
Silvi Febrianti_Poligami Dalam Satu Atap Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Kutayu, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Poligami dengan menyatukan lebih dari satu istri dalam satu rumah kerap dianggap sulit diwujudkan secara harmonis karena potensi kecemburuan dan ketimpangan relasi. Namun dalam konteks tertentu, praktik tersebut justru membentuk dinamika keluarga yang stabil dan saling mendukung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menelaah secara mendalam praktik poligami satu atap dalam perspektif hukum Islam, terutama terkait bagaimana struktur relasi antara para istri dibentuk, dipertahankan, dan diarahkan pada tujuan keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mana berjenis field reseach (penelitian lapangan) dengan metode yang digunakan yaitu yuridis sosiologis. Lokasi di Desa Kutayu, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pelaku poligami dan tiga istrinya yang hidup dalam satu rumah. Proses analisis dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus utama penelitian ini tidak hanya pada struktur relasi suami-istri, tetapi juga pada strategi keluarga dalam menjaga keseimbangan emosional tanpa harus menggunakan sistem pembagian giliran malam yang kaku, sebagimana umum terjadi dalam banyak praktik poligami lain. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa keberhasilan relasi dalam keluarga poligami satu atap sangat bergantung pada keterbukaan komunikasi, kesetaraan peran, dan kesadaran kolektif untuk menjaga keharmonisan bersama. Ketiga istri menunjukkan tingkat kedewasaan emosional dalam mengelola interaksi seharihari, sementara suami berperan sebagai penyeimbang tanpa harus memberlakukan jadwal giliran yang ketat. Praktik ini mencerminkan bahwa keadilan dalam rumah tangga tidak hanya bersifat formalistrik, tetapi juga bersumber dari keikhlasan dan kesepahaman yang tumbuh secara natural. Dengan demikian, poligami satu atap dijalankan dengan prinsip syariat Islam secara reflektif dapat menjadi model keluarga yang utuh, stabil, dan saling menguatkan. Kata Kunci: Tiga Istri, Keharmonisan, Hukum Islam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Tiga Istri, Keharmonisan, Hukum Islam
Subjects: 2x0 Islam (Umum) > 2x0.7 Islam dan Kesenian
2x0 Islam (Umum) > 2x0.9 Islam dan Bidang Lainnya
2x7 Filsafat dan Perkembangan > 2x7.1 Filsafat > 2x7.15 Psikologi Agama Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: SILVI FEBRIANTI
Date Deposited: 10 Jul 2025 01:36
Last Modified: 10 Jul 2025 01:36
URI: http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/31729

Actions (login required)

View Item View Item