IMPLEMENTASI KEWAJIBAN SUAMI MUALAF DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN AGAMA BAGI ISTRI PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM (STUDI KASUS DI DESA BANTERAN KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS)

Dinda, Dwi Yuniari (2025) IMPLEMENTASI KEWAJIBAN SUAMI MUALAF DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN AGAMA BAGI ISTRI PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM (STUDI KASUS DI DESA BANTERAN KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS). Skripsi thesis, UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI DINDA DWI YUNIARI_214110302078.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Sebagian besar suami mualaf masih dalam proses awal memahami ajaran Islam, sehingga mereka kerap mengalami kesulitan dalam melaksanakan kewajiban membimbing istri sesuai dengan syariat, sebagaimana tercantum dalam QS. AtTahrim ayat 6 dan Pasal 80 ayat 3 Kompilasi Hukum Islam (KHI). Keterbatasan pemahaman ini menghambat peran mereka dalam membina keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Islam, serta berpotensi menimbulkan kesenjangan pemahaman agama antara suami dan istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kewajiban suami mualaf dalam memberikan pendidikan agama kepada istri di Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, serta mengkaji pandangan Hukum Keluarga Islam (HKI) terhadap pelaksanaan kewajiban tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan deskriptif dengan pendekatan yuridis empiris yang berfokus pada hukum keluarga Islam (HKI). Populasi penelitian adalah suami mualaf yang terdaftar di Banyumas Mualaf Center (BMC) tahun 2023-2024, dengan 4 informan yang dipilih melalui purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara, yang kemudian dianalisis untuk memahami permasalahan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil indikator tentang implementasi pendidikan agama oleh 4 suami mualaf terhadap istrinya di Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, belum sepenuhnya terpenuhi. Ditemukan bahwa Bapak PBN, JS, dan CJ masing-masing telah mengimplementasikan 5 dari 6 indikator, sementara Bapak DN baru mengimplementasikan 2 dari 6 indikator hal ini disebabkan karena terkendala dari kurangnya keberanian, kesibukan masing-masing pihak, dan minimnya pengetahuan agama. Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, kewajiban suami untuk memberikan pendidikan agama kepada istri merupakan bagian dari tanggung jawab kepemimpinannya dalam rumah tangga. Oleh karena itu, kewajiban ini masih relevan bagi para suami mualaf di daerah tersebut untuk membimbing istri dan anak-anaknya menuju kehidupan beragama yang lebih bertakwa kepada Allah SWT.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Kewajiban Suami, Pendidikan Agama, Hukum Keluarga Islam
Subjects: 2x0 Islam (Umum) > 2x0.3 Islam dan Ilmu Sosial
2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.36 Hak dan Kewajiban Suami-Istri (Nafaqoh)
300 Social sciences > 340 Law
300 Social sciences > 340 Law > 346 Private law (perdata) > 346.01 Marriage law
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Dinda Dwi Yuniari
Date Deposited: 16 Jun 2025 01:42
Last Modified: 16 Jun 2025 01:42
URI: http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/31148

Actions (login required)

View Item View Item