Salsabila, Az-Zahrra (2025) PENERAPAN ASAS KEPENTINGAN TERBAIK BAGI ANAK DALAM PERKARA HAK ASUH ANAK AKIBAT PERCERAIAN (STUDI PUTUSAN NOMOR 4892/PDT.G/2022/PA.BBS). Skripsi thesis, UIN Prof. K.H.Saifuddin Zuhri.
|
Text
SALSABILA AZ-ZAHRRA - PENERAPAN ASAS KEPENTINGAN TERBAIK BAGI ANAK DALAM PERKARA HAK ASUH ANAK AKIBAT PERCERAIAN.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sedikitnya perkara penguasaan anak di Peradilan Agama dibandingkan dengan perkara perceraiannya. Sedangkan dalam menangani perceraian hakim bersifat aktif dalam upaya perdamaian dan bersifat pasif dalam menerima gugatan. Artinya, jika dalam perkara perceraian pasangan suami dan istri tidak menggugat perkara hak asuh anak baik sebelum maupun sesudahnya, maka dalam memutuskannya hakim tidak dapat menerapkan asas kepentingan terbaik bagi anak. Penelitian ini akan menganalisis mengenai dasar pertimbangan hakim dan analisis hukum mengenai penerapan asas kepentingan terbaik bagi anak dalam perkara hak asuh anak akibat perceraian pada putusan nomor 4892/Pdt.G/2022/PA.Bbs. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) dan termasuk dalam jenis penelitian yuridis normatif dengan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum penelitian ini menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Dengan teknik pengumpulan data dengan cara penelitian pustaka terhadap berbagai bahan hukum. Metode untuk menganalisa data yang digunakan adalah deskriptif analitik. Dalam penelitian yang dilakukan oleh penulis, terdapat dua kesimpulan. Pertama, Majelis Hakim memutuskan perkara dengan berdasarkan pada pasal 41 dan 45 UUP, pasal 14 UU Perlindungan Anak, pasal 156 huruf c KHI, serta SEMA No.1 Tahun 2017 kamar perdata umum huruf d. Kedua, ada beberapa faktor yang memengaruhi keputusan hakim seperti, kesejahteraan anak, kemampuan pengasuh, serta kepastian hukum. Sehingga hakim memandang bahwa lebih maslahat apabila anak tersebut bersama ayahnya. Putusan tersebut telah mencerminkan upaya hakim dalam memastikan anak tersebut tumbuh dalam lingkungan yang mendukung kebutuhan dasarnya, karena lebih menjamin keamanan dan kenyamanan anak, dan sesuai dengan tujuan dari ḥaḍānah yaitu menjaga keselamatan anak. Maka, putusan ini telah sesuai dengan pasal 3 Konvensi Hak Anak, di mana setiap keputusan yang berkaitan dengan anak harus selalu mempertimbangkan kepentingan terbaik anak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Asas kepentingan terbaik bagi anak, hak asuh anak, akibat perceraian, Putusan 4892/Pdt.G/2022/PA.Bbs |
| Subjects: | 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.33 Perceraian 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.36 Hak dan Kewajiban Suami-Istri (Nafaqoh) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | SALSABILA AZ-ZAHRRA |
| Date Deposited: | 24 Apr 2025 01:28 |
| Last Modified: | 24 Apr 2025 01:28 |
| URI: | http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/30588 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
