PERAN PENGURUS DALAM PEMBINAAN PENYESUAIAN DIRI DAN PRILAKU DISIPLIN SANTRI BARU DI PONDOK PESANTREN AL-IKHLASH AQSHOL MADINAH BOBOTSARI

TIARA, HAQIQI (2026) PERAN PENGURUS DALAM PEMBINAAN PENYESUAIAN DIRI DAN PRILAKU DISIPLIN SANTRI BARU DI PONDOK PESANTREN AL-IKHLASH AQSHOL MADINAH BOBOTSARI. Skripsi thesis, UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri.

[img]
Preview
Text
Tiara Haqiqi_ Peran Pengurus Pondok Pesantren Dalam Pembinaan Penyesuaian Diri Dan Perilaku Disiplin Santri Baru Di Pondok Pesantren Al-Ikhlash Aqshol Madinah Bobotsari.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Masa transisi dari lingkungan rumah ke pondok pesantren sering kali menimbulkan kendala adaptasi bagi santri baru, mulai dari gejala homesickness hingga ketidaksiapan menghadapi aturan yang ketat. Peneliti menemukan bahwa peran pengurus sangat krusial sebagai agen sosialisasi dan pembimbing bagi santri baru di Pondok Pesantren Al-Ikhlash Aqshol Madinah Bobotsari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran pengurus dalam pembinaan penyesuaian diri dan perilaku disiplin santri baru di Pondok Pesantren Al-Ikhlash Aqshol Madinah Bobotsari Purbalingga. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam dengan pengurus dan santri baru, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori peran Bruce J. Biddle dan Edwin J. Thomas digunakan sebagai pisau analisis untuk membedah fenomena yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus berperan sebagai fasilitator melalui tiga aspek pembinaan: emosional (melalui Sharing Time), akademik (melalui pendampingan tahfidz), dan sosial (melalui keteladanan adab). Dalam membentuk perilaku disiplin, pengurus menerapkan mekanisme kontrol pada aspek ibadah, waktu, dan tata tertib. Temuan penting dalam penelitian ini adalah tumbuhnya kepercayaan diri dan kesadaran kritis pada santri baru, di mana mereka mulai mematuhi aturan bukan karena takut pada sanksi (ta’zir), melainkan karena motivasi internal untuk berubah. Resiliensi santri baru terbentuk berkat sinergi antara pendekatan humanis pengurus (sebagai "kakak asuh") dan efektivitas sanksi edukatif yang diberikan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Peran Pengurus, Penyesuaian Diri, Perilaku Disiplin, Santri Baru
Subjects: 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.1 Masyarakat Islam
2x7 Filsafat dan Perkembangan > 2x7.3 Pendidikan > 2x7.34 Pendidikan Non Formal > 2x7.341 Pesantren
Divisions: Fakultas Dakwah > Bimbingan dan Konseling Islam
Depositing User: Tiara Haqiqi
Date Deposited: 23 Apr 2026 08:17
Last Modified: 23 Apr 2026 08:17
URI: http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/36912

Actions (login required)

View Item View Item