Tsaniyatul, Mukaromah (2002) AKAD JUAL BELI IJON DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS (Analisis Sosioligi Hukum Terhadap Masyarakat Muslim). Skripsi thesis, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri.
|
Text
Tsaniyatul Mukaromah_Akad Jual Beli Ijon Di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas (Analisis Sosiologi Hukum Terhadap Masyarakat muslim).pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Akad jual beli ijon masih banyak dijumpai di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas meskipun secara normatif akad tersebut dilarang dalam hukum Islam karena mengandung unsur gharar dan ketidakpastian objek akad, serta berpotensi merugikan salah satu pihak, khususnya petani. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara norma hukum agama dengan realitas sosial masyarakat Islam dalam praktik muamalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji akad jual beli ijon yang berlangsung di masyarakat Muslim Kecamatan Cilongok serta menganalisis keberlakuan hukum Islam dalam kehidupan sosial masyarakat dari perspektif sosiologi hukum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi hukum dan dianalisis menggunakan teori interaksionisme simbolik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan tokoh masyarakat, baik dari kalangan NU dan Muhammadiyah yang paham terkait jual beli ijon. Pendekatan ini digunakan untuk memahami proses interaksi sosial yang membentuk makna akad jual beli ijon di tengah masyarakat, sekaligus menelusuri faktor-faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang mempengaruhi keberlangsungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar masyarakat NU dan Muhammadiyah telah mengetahui ketidaksahan akad jual beli ijon menurut hukum Islam, akad tersebut tetap dilakukan karena adanya tekanan kebutuhan ekonomi, kebiasaan turun-temurun, serta hubungan sosial yang dilandasi kepercayaan. Pada masyarakat NU, akad jual beli ijon cenderung dimaknai sebagai bentuk tolong-menolong dan praktik sosial yang telah mengakar kuat dalam tradisi, sehingga larangan normatif belum sepenuhnya terinternalisasi dalam perilaku sosial. Sementara itu, masyarakat Muhammadiyah menunjukkan kecenderungan pemahaman yang lebih normatif dan rasional terhadap hukum muamalah, sehingga secara prinsip lebih berupaya menghindari akad ijon, meskipun dalam kondisi tertentu faktor ekonomi juga memengaruhi praktik tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesadaran hukum keagamaan tidak serta-merta berbanding lurus dengan kepatuhan hukum, melainkan dipengaruhi oleh dinamika interaksi sosial dan realitas ekonomi masyarakat. Kata Kunci : Jual Beli Ijon, Sosiologi Hukum, Ekonomi Syariah
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Jual Beli Ijon, Sosiologi Hukum, Ekonomi Syariah |
| Subjects: | 2x4. Fiqih > 2x4.2 Muamalah 2x4. Fiqih > 2x4.2 Muamalah > 2x4.21 Jual Beli (Termasuk Salam dan Lelang) 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.1 Masyarakat Islam 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.1 Masyarakat Islam > 2x6.13 Interaksi Sosial |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Perbandingan Madzhab |
| Depositing User: | Tsaniyatul Mukaromah |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 01:13 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 01:13 |
| URI: | http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/35388 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
