LARANGAN CATCALLING DALAM AL-QUR’AN (Pendekatan Integrasi Hermeneutika, Konstruksi Sosial Gender, dan Psikologi Sosial)

Ani, Amalia (2025) LARANGAN CATCALLING DALAM AL-QUR’AN (Pendekatan Integrasi Hermeneutika, Konstruksi Sosial Gender, dan Psikologi Sosial). Masters thesis, UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri.

[img]
Preview
Text
Ani Amalia - LARANGAN CATCALLING DALAM AL-QUR’AN (Pendekatan Integrasi Hermeneutika, Konstruksi Sosial Gender, dan Psikologi Sosial).pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Fenomena catcalling merupakan bentuk pelecehan seksual verbal yang sering kali dianggap ringan, padahal memiliki dampak sosial dan psikologis yang serius bagi korban. Tindakan ini mencerminkan rendahnya kesadaran moral dalam tatanan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis larangan catcalling dalam Al-Qur’an melalui pendekatan integratif yang memadukan hermeneutika, konstruksi sosial gender, dan psikologi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber primer dalam penelitian ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan larangan catcalling, yaitu QS. Al-Ḥujurāt: 11, QS. An-Nūr: 30–31, dan QS. Al-Isrā’: 32. Pendekatan hermeneutika Fazlur Rahman digunakan untuk menafsirkan pesan moral Al-Qur’an melalui metode double movement, yang menghubungkan konteks historis turunnya ayat dengan realitas sosial masa kini. Pendekatan konstruksi sosial gender Berger dan Luckmann menjelaskan bagaimana perilaku catcalling terbentuk, dilembagakan, dan diinternalisasi dalam budaya patriarki. Sedangkan teori psikologi sosial Judith Herman digunakan untuk menguraikan dampak psikologis yang dialami korban pelecehan verbal di ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan catcalling dalam Al-Qur’an mengandung nilai-nilai universal tentang kehormatan, kesopanan, dan tanggung jawab sosial. Melalui pendekatan hermeneutika Fazlur Rahman, larangan tersebut tidak hanya bersifat normatif tetapi juga kontekstual, menegaskan relevansi nilai-nilai kesopanan dan etika sosial di era modern. Dari sisi konstruksi sosial gender, catcalling dipahami sebagai produk konstruksi sosial yang dilestarikan oleh sistem patriarki dan konsep maskulinitas melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Sementara dari sisi psikologi sosial, catcalling terbukti menimbulkan luka psikis dan mengancam keseimbangan emosional korban, seperti kecemasan ekstrem (hyperarousal), ingatan traumatis (intrusion), dan penarikan diri emosional (numbing). Integrasi antara ketiga pendekatan tersebut menunjukkan bahwa catcalling berakar pada penyimpangan nilai agama serta dominasi patriarki dan konsep masulinitas, serta berdampak pada munculnya trauma psikis pada korban. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan adalah pencegahan berbasis nilai Qur’ani, perubahan budaya menuju kesetaraan gender, dan dukungan pemulihan bagi korban pelecehan. Kata Kunci: Catcalling, Hermeneutika, Konstruksi Sosial Gender, Psikologi Sosial

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Catcalling, Hermeneutika, Konstruksi Sosial Gender, Psikologi Sosial
Subjects: 2x1 Al Qur'an dan Ilmu Berkaitan > 2x1.01 Filsafat, Teori, Metodologi Al Qur'an
2x1 Al Qur'an dan Ilmu Berkaitan > 2x1.1 Ilmu Al Qur'an
2x1 Al Qur'an dan Ilmu Berkaitan > 2x1.3 Tafsir Al Qur'an
Divisions: Pascasarjana > Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ani Amalia
Date Deposited: 28 Oct 2025 02:28
Last Modified: 28 Oct 2025 02:28
URI: http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/33897

Actions (login required)

View Item View Item