ANNISA SETYA, NINGRUM (2025) ANALISIS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PERKARA PERCERAIAN AKIBAT PERSELISIHAN DAN PERTENGKARAN YANG DISEBABKAN TIDAK MEMILIKI KETURUNAN (Studi Putusan Nomor 260/Pdt.G/2024/PA.Pwt). Skripsi thesis, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri.
|
Text
ANNISA SETYA NINGRUM_Analisis Putusan Hakim Terhadap Perkara Perceraian Akibat Perselisihan Dan Pertengkaran Yang Disebabkan Tidak Memiliki Keturunan (Studi Putusan Nomor 260Pdt.G2024PA.Pwt).pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Perceraian adalah berakhirnya ikatan perkawinan antara suami istri. Perselisihan dan pertengkaran dalam rumah tangga adalah hal yang biasa, namun seringkali menjadi penyebab utama perceraian. Diantaranya disebabkan karena tidak memiliki keturunan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam memutus perkara perceraian akibat perselisihan dan pertengkaran yang disebabkan tidak memiliki keturunan dalam putusan Nomor 260/Pdt.G/2024/PA.Pwt serta analisis dari perspektif hukum Islam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (Library research) dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Putusan Nomor 260/Pdt.G/2024/PA.Pwt, sedangkan data sekunder didapat dari buku, artikel, karya ilmiah serta Undang-Undang yang berkaitan dengan penelitian ini. Metode analisis yang digunakan adalah analisis data kualitatif, yaitu dengan menganalisis data dalam Putusan Nomor 260/Pdt.G/2024/PA.Pwt dan kemudian ditarik kesimpulan dengan dasar pertimbangan hukum hakim serta dianalisis menggunakan perspektif hukum Islam. Dalam perkara putusan Nomor 260/Pdt.G/2024/PA.Pwt hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terjadi perselisihan dan pertengkaran dalam rumah tangga yang disebabkan karena tidak memiliki keturunan. Namun demikian, alasan yang digunakan hakim untuk mengabulkan permohonan perceraian adalah alasan hukum yaitu terus terjadi perselisihan dan tidak ada harapan untuk hidup rukun lagi dalam rumah tangga. Hal ini karena tidak adanya ketentuan bahwa tidak memiliki keturunan sebagai alasan perceraian. Dalam hukum Islam tidak memiliki keturunan juga bukan merupakan alasan utama perceraian. Oleh karena itu, perceraian tetap diperbolehkan jika memang hal tersebut merupakan jalan yang terbaik bagi kedua belah pihak. Kata Kunci: Perceraian, Tidak Memiliki Keturunan, Perselisihan dan Pertengkaran
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perceraian, Tidak Memiliki Keturunan, Perselisihan dan Pertengkaran |
| Subjects: | 2x0 Islam (Umum) > 2x0.3 Islam dan Ilmu Sosial 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.33 Perceraian 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.36 Hak dan Kewajiban Suami-Istri (Nafaqoh) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Annisa Setya Ningrum |
| Date Deposited: | 28 Jul 2025 03:00 |
| Last Modified: | 28 Jul 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/33070 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
