Intan, Permatasari (2025) Pertimbangan Hakim Mahkamah Konstitusi pada Putusan Nomor 52/PUU-XXII/2024 Atas Keikutsertaan Pejabat Negara Dalam Kampanye Pemilihan Kepala Daerah Perspektif Etika Politik. Skripsi thesis, UIN Prof.K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
|
Text
Intan Permatasari_Pertimbangan Hakim Mahkamah Konstitusi Pada Putusan Nomor 52_PUU-XXII_2024 atas Keikutsertaan Pejabat Negara dalam Kampanye Pemilihan Kepala Daerah Perspektif Etika Politik.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini membahas tentang keikutsertaan pejabat negara dalam kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ditinjau dari pertimbangan Mahkamah Konstitusi dalam Putusan Nomor 52/PUU-XXII/2024 serta perspektif etika politik. Permasalahan keikutsertaan pejabat negara dalam kampanye sering kali menimbulkan polemik terkait potensi penyalahgunaan jabatan dan fasilitas negara yang berdampak pada ketidakadilan dalam kontestasi politik. Ketentuan Pasal 70 ayat (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota dinilai membuka ruang multitafsir dan ketidakpastian hukum. Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Nomor 52/PUU- XXII/2024 memberikan pertimbangan penting terkait keikutsertaan pejabat negara dalam kampanye dengan menegaskan perlunya pembatasan yang jelas agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang, serta menyesuaikan norma Pilkada dengan ketentuan Pemilu. Jenis penelitian ini menggunakan kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan pendekatan kasus (case approach). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, literatur ilmiah, dan sumber-sumber hukum lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Konstitusi dalam pertimbangannya menegaskan pentingnya netralitas pejabat negara dalam Pilkada untuk menjaga prinsip keadilan, kesetaraan, dan integritas pemilu. Dalam perspektif etika politik menurut Franz Magnis-Suseno, pejabat negara dituntut untuk mengedepankan tanggung jawab moral, menjaga integritas, serta menghindari penyalahgunaan jabatan demi kepentingan politik pribadi atau kelompok tertentu. Meskipun secara hukum diperbolehkan mengikuti kampanye dengan syarat tertentu, secara etis keikutsertaan pejabat negara dalam kampanye berpotensi mencederai kepercayaan publik dan merusak kualitas demokrasi. Oleh karena itu, penguatan regulasi dan pengawasan terhadap keikutsertaan pejabat negara dalam kampanye menjadi penting guna mewujudkan Pilkada yang jujur, adil, dan beretika.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pertimbangan Hakim, Kampanye Pilkada, Pejabat Negara, Etika Politik, Mahkamah Konstitusi |
| Subjects: | 100 Philosophy and psychology > 170 Ethics (Moral philosophy) 300 Social sciences > 306 Culture and institutions > 306.2 Political Institutions 300 Social sciences > 320 Political science > 324 The political process |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Tata Negara Islam |
| Depositing User: | Intan Permatasari |
| Date Deposited: | 28 Jul 2025 01:39 |
| Last Modified: | 28 Jul 2025 01:39 |
| URI: | http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/33024 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
