Tiara Putri Noer Septi, Prasetyo (2025) ANALISIS FENOMENA FATHERLESS TERHADAP PEMENUHAN HAK ANAK PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Negeri 2 Banyumas). Skripsi thesis, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri.
|
Text
Tiara Putri Noer Septi Prasetyo_ANALISIS FENOMENA FATHERLES TERHADAP PEMENUHAN HAK ANAK PERSEPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM ( Studi Kasus Madrasah Aliyah Negeri 2 Banyumas).pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Fenomena fatherless menjadi persoalan sosial yang berdampak langsung terhadap perkembangan psikologis dan sosial anak. Dalam konteks siswa/siswi Madrasah Aliyah Negeri 2 Banyumas, ditemukan adanya bentuk ketidakhadiran ayah baik secara fisik maupun emosional yang menimbulkan gangguan dalam pemenuhan hak anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika, faktor penyebab, serta dampak dari fenomena fatherless, dan bagaimana hukum keluarga Islam memandang serta merespons fenomena tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis-empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan tujuh siswa/siswi yang mengalami fatherless yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data sekunder diperoleh dari literatur hukum islam, Al-Qur’an, hadis, dan peraturan perundang-undangan terkait hak anak.Analisis data dilakukan dengan cara analisis, reduksi, penyajian, hingga penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menyimpulkan dua hal. Pertama, fenomena fatherless terjadi karena perceraian, beban pekerjaan ayah yang tinggi, dan pengabaian tanggung jawab pengasuhan. Bentuk ketidakhadiran ayah ini tidak hanya sebatas fisik, tetapi juga mencakup relasi yang renggang, tidak adanya interaksi emosional, hingga kekerasan dalam rumah tangga. Dampaknya meliputi rendahnya kepercayaan diri, gangguan emosi, trauma relasi, serta penurunan semangat belajar dan ketidakmampuan menjalin hubungan sosial secara sehat. Kedua, dalam perspektif hukum keluarga islam, fenomena fatherless ini telah melanggar pasal 14 ayat 1 dan 2 serta pasal 15 bulir d dan bulir f Undang- Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, Pelanggaran pada Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 149bulir d dan Pasal 77 ayat 3, serta pelanggaran pada hasil Konvensi Hak Anak Tahun 1989 Kata Kunci: Fatherless, Hak Anak, Hukum Keluarga Islam.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Fatherless, Hak Anak, Hukum Keluarga Islam |
| Subjects: | 2x0 Islam (Umum) > 2x0.3 Islam dan Ilmu Sosial 2x1 Al Qur'an dan Ilmu Berkaitan > 2x1.2 Al Qur'an dan Terjemah 2x2 Hadits dan Ilmu Yang Berkaitan > 2x2.3 Kumpulan Hadits Bidang Tertentu 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.1 Masyarakat Islam 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.1 Masyarakat Islam > 2x6.14 Perubahan Sosial 300 Social sciences > 340 Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Tiara Putri Noer Septi Prasetyo |
| Date Deposited: | 25 Jul 2025 06:33 |
| Last Modified: | 25 Jul 2025 06:33 |
| URI: | http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/32927 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
