Lutfiana, Sa'diyah (2025) TINAJAUN KAIDAH FIQH I'MAL AL KALAM AULA MIN IHMALIHI TERHADAP PRAKTIK PENGULANGAN IJAB KABUL DALAM PERKAWINAN (STUDI KASUS DI KANTOR URUSAN AGAMA KABUPATEN KEUMEN). Skripsi thesis, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri.
|
Text
Lutfiana Halimatus Sa'diyah-Tinjauan Kaidah Fiqh I'mal Al Kalam Aula Min Ihmalihi Terhadap Praktik Pengulangan Ijab Kabul Dalam Perkawinan (Studi Kasus di Kantor Urusan Agama Kabupaten Kebumen).pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini membahas praktik pengulangan ijab kabul dalam perkawinan yang terjadi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Kebumen, ditinjau dari perspektif kaidah fiqh I’māl al-Kalām Aulā min Ihmālihi yang berarti "mengamalkan makna suatu ucapan lebih utama daripada mengabaikannya". Pengulangan ijab kabul sering kali dilakukan akibat ketidaktepatan pelafalan, kegugupan mempelai, atau karena dianggap belum memenuhi syarat oleh saksi. Dalam perspektif kaidah fiqh, pengulangan tersebut dapat memunculkan persoalan hukum, karena secara tidak langsung mengabaikan ijab kabul pertama yang secara syarat dan rukun sudah terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik pengulangan ijab kabul dan meninjau keabsahannya berdasarkan kaidah fiqh tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) yaitu dengan melakukan observasi dan pengumpulan data langsung di lokasi penelitian agar mendapatkan data yang faktual dan objektif. Adapun pendekatan penelitian yang peneliti gunakan adalah yuridis empiris, yakni menggabungkan data primer yang diperoleh di lapangan dengan data hukum, yang merupakan data sekunder. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, dokumentasi, serta studi pustaka. Metode analisis datanya adalah reduksi data, display data dan conclusian atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengulangan ijab kabul di KUA Kabupaten Kebumen lebih didorong oleh aspek kehati-hatian daripada kebutuhan syar’i. Dalam tinjauan kaidah fiqh I’māl al-Kalām Aulā min Ihmālihi, seharusnya ijab kabul yang pertama tetap dianggap sah apabila telah memenuhi syarat dan rukun akad nikah. Oleh karena itu, penting bagi para penghulu dan saksi untuk memahami dan menerapkan kaidah ini agar tidak terjadi pengabaian terhadap ucapan sah yang telah memenuhi ketentuan hukum Islam.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ijab Kabul, Pengulangan, Kaidah Fiqh, I’mal al Kalam Aula min Ihmalihi, Perkawinan, KUA Kabupaten Kebumen. |
| Subjects: | 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.31 Nikah (Nasab, RUkun, Akad, Maskawin, Mut'ah dll) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Lutfiana Halimatus Sa'diyah |
| Date Deposited: | 24 Jul 2025 06:56 |
| Last Modified: | 24 Jul 2025 06:56 |
| URI: | http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/32831 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
