Falliska Qory, Salsabilla (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENGABAIAN PEMBERIAN NAFKAH ISTRI DAN ANAK PASCA PERCERAIAN DI DESA SUMAMPIR KECAMATAN PURWOKERTO UTARA. Skripsi thesis, UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri.
|
Text
FALLISKA QORY SALSABILLA_TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENGABAIAN PEMBERIAN NAFKAH ISTRI DAN ANAK PASCA PERCERAIAN DI DESA SUMAMPIR KECAMATAN PURWOKERTO UTARA .pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Perceraian merupakan putusnya suatu hubungan perkawinan antara laki-laki dan perempuan sehingga mereka tidak lagi hidup bersama. Perceraian tersebut memiliki berbagai motif seperti melakukan KDRT dan adanya pihak ketiga. Kewajiban suami untuk memberikan nafkah pasca perceraian sebagaimana diatur dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan peraturan perundang-undangan. Ada tiga alasan mengapa seseorang harus memberikan nafkah kepada orang lain yaitu karena perkawinan, karena nasab, dan sebab kepemilikan. Di Desa Sumampir hal ini seringkali tidak dilaksanakan. Akibatnya, istri dan anak kehilangan hak-haknya untuk memperoleh kehidupan yang layak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengabaian pemberian nafkah istri dan anak pasca perceraian dan menganalisis dari aspek hukum yang terjadi di Desa Sumampir. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode pendekatan yuridis empiris yang bersumber pada data primer yang diperoleh dari hasil wawancara terhadap enam orang mantan istri yang tidak mendapatkan nafkah dari mantan suaminya setelah perceraian dan data sekunder diambil dari buku, artikel atau jurnal yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 6 responden tidak ada yang mendapatkan hak-haknya setelah terjadinya perceraian sehingga istri dan anak tidak mendapatkan hak-haknya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, di Desa Sumampir, suami yang telah menceraikan istrinya tidak memikirkan istri dan anaknya dikarenakan suami yang tidak mengerti adanya aturan mengenai nafkah iddah dan juga tidak mempunyai pekerjaan yang menetap. Mengenai hal tersebut, terdapat aturan dalam KHI dan al-Qur’an yang mewajibkan suami memberikan nafkah kepada mantan istri dan anaknya namun tidak dilaksanakan oleh suami yang ada di Desa Sumampir Kecamatan Purwokerto Utara. Akibatnya istri dan anaknya tidak mendapatkan hak-hak tersebut serta tidak menjalankan aturan yang ada dalam KHI dan al-Qur’an.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perceraian, Pemberian Nafkah, Hukum Islam |
| Subjects: | 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.31 Nikah (Nasab, RUkun, Akad, Maskawin, Mut'ah dll) 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.33 Perceraian 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.34 Iddah 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.36 Hak dan Kewajiban Suami-Istri (Nafaqoh) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | FALLISKA QORY SALSABILLA |
| Date Deposited: | 16 Jul 2025 03:23 |
| Last Modified: | 16 Jul 2025 03:23 |
| URI: | http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/31916 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
