SELF DISCLOSURE MELALUI INSTAGRAM STORIES (STUDI PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN ATH-THOHIRIYYAH PURWOKERTO)

JUNINDA, HASANAH SARI (2025) SELF DISCLOSURE MELALUI INSTAGRAM STORIES (STUDI PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN ATH-THOHIRIYYAH PURWOKERTO). Skripsi thesis, UIN PROF. K.H. SAIFUDDIN ZUHRI PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI_JUNINDA HASANAH SARI_SELF DISCLOSURE MELALUI INSTAGRAM STORIES ( STUDI PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN ATH-THOHIRIYYAH PURWOKERTO).pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi di era digital turut memengaruhi cara masyarakat, termasuk santri, dalam berinteraksi dan komunikasi. Media sosial seperti Instagram, khususnya fitur Stories, kini dimanfaatkan tidak hanya untuk hiburan atau mencari informasi, tetapi juga sebagai sarana mengekspresikan diri dan mencurahkan perasaan. Fenomena ini umum dijumpai pada remaja akhir atau dewasa muda usia 18–24 tahun, termasuk santri Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah. Namun, kehidupan pesantren membatasi penggunaan gadget pada waktu tertentu, sehingga menimbulkan pertanyaan bagaimana santri memenuhi kebutuhan emosionalnya untuk mengungkapkan diri dan membutuhkan ruang pelampiasan dalam keterbatasan akses media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi virtual dan analisis media siber. Teori yang digunakan adalah Johari Window. Tujuannya adalah untuk mengetahui bentuk, tujuan, dan dampak self disclosure santri Ath-Thohiriyyah di Instagram Stories. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap delapan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk self disclosure santri Ath-Thohiriyyah mencakup tiga area: terbuka (open area), tersembunyi (hidden area), dan tidak diketahui (unknown area), dengan area terbesar pada area terbuka. Tujuan pengungkapan diri meliputi ekspresi diri, mengabadikan momen, berbagi informasi, memberi motivasi, dan ajang pamer. Dampak positif yang dirasakan adalah perasaan lega, senang, dan nyaman, sementara dampak negatif berupa penolakan sosial dan ketidaknyamanan (terganggu)dari orang lain atas keterbukan diri yang disampaikan. Analisis media siber dengan pendekatan etnografi virtual mengungkap bahwa pada level Ruang Media, berfokus pada prosedur cara menggunakan Instagram Stories dan fitur didalamnya. Pada level Dokumen Media, konten berupa gambar, tulisan,video tentang aktivitas harian dan ungkapan perasaan. Pada level Objek Media, terdapat interaksi dan aktivitas berupa like dan komentar dari pengikut. Sedangkan pada level Pengalaman, terungkap motif dan alasan santri dalam melakukan self disclosure.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Self Disclosure, Santri, Instagram Stories, Teori johari Window
Subjects: 2x0 Islam (Umum) > 2x0.6 Islam dan Teknologi
2x7 Filsafat dan Perkembangan > 2x7.2 Dakwah
2x7 Filsafat dan Perkembangan > 2x7.2 Dakwah > 2x7.2019 Psikologi Dakwah
2x7 Filsafat dan Perkembangan > 2x7.2 Dakwah > 2x7.26 Komunikasi Dakwah
Divisions: Fakultas Dakwah > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Juninda Hasanah Sari
Date Deposited: 10 Jul 2025 01:54
Last Modified: 10 Jul 2025 01:54
URI: http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/31724

Actions (login required)

View Item View Item