HANI FATUL, MUYASSAROH (2025) FENOMENA GAMOPHOBIA DALAM PANDANGAN TOKOH AGAMA DI KABUPATEN BANYUMAS. Skripsi thesis, UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri.
|
Text
HANI FATUL MUYASSAROH-FENOMENA GAMOPHOBIA DALAM PANDANGAN TOKOH AGAMA DI KABUPATEN BANYUMAS.pdf Download (5MB) | Preview |
Abstract
Pernikahan dalam Islam merupakan sarana untuk membangun kehidupan yang sejahtera, namun fenomena Gamophobia atau ketakutan terhadap pernikahan semakin banyak dijumpai. Gamophobia ini mencerminkan kecemasan dan ketakutan terhadap komitmen dalam pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena tersebut dalam pandangan tokoh agama di Kabupaten Banyumas, guna memahami penyebab dan solusi yang ditawarkan berdasarkan perspektif tokoh agama Kabupaten Banyumas dan hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena Gamophobia dalam perspektif tokoh agama di Kabupaten Banyumas, dengan fokus pada pemahaman penyebab dan solusi yang ditawarkan oleh tokoh agama terkait ketakutan terhadap pernikahan yang semakin berkembang di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), di mana teknik pengumpulan data meliputi observasi non-partisipan, wawancara terstruktur dan tak terstruktur, serta dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis data induktif, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan tokoh agama di Kabupaten Banyumas dan data sekunder yang bersumber dari literatur yang relevan dan wawancara terhadap penderita Gamophobia untuk memperkuat temuan penelitian. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena Gamophobia, disebabkan oleh trauma emosional, pengalaman buruk, ketakutan akan kegagalan ekonomi, dan kurangnya rasa percaya diri. Untuk mengatasinya, diperlukan pemahaman agama yang lebih baik dan dukungan emosional dari keluarga serta masyarakat. Dalam Islam, pernikahan dianjurkan bagi yang siap secara mental dan ekonomi. Hukum pernikahan bagi penderita gamophobia dianggap makruh atau mubah, tergantung pada tingkat ketakutan dan keadaan individu. Identifikasi terhadap pengidap Gamophobia di Kabupaten Banyumas adalah A, F, T dan N mereka enggan untuk menikah dikarenakan rasa takut dan cemas, sedangkan D enggan menikah dikarenakan kondisi, bukan ketakutan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena Gamophobia, disebabkan oleh trauma emosional, pengalaman buruk, ketakutan akan kegagalan ekonomi, dan kurangnya rasa percaya diri. Untuk mengatasinya, diperlukan pemahaman agama yang lebih baik dan dukungan emosional dari keluarga serta masyarakat. Dalam Islam, pernikahan dianjurkan bagi yang siap secara mental dan ekonomi. Hukum pernikahan bagi penderita gamophobia dianggap makruh atau mubah, tergantung pada tingkat ketakutan dan keadaan individu. Identifikasi terhadap pengidap Gamophobia di Kabupaten Banyumas adalah A, F, T dan N mereka enggan untuk menikah dikarenakan rasa takut dan cemas, sedangkan D enggan menikah dikarenakan kondisi, bukan ketakutan. |
| Subjects: | 2x0 Islam (Umum) > 2x0.3 Islam dan Ilmu Sosial 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.1 Masyarakat Islam 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.1 Masyarakat Islam > 2x6.14 Perubahan Sosial |
| Depositing User: | Hani Fatul Muyassaroh sdri |
| Date Deposited: | 28 Apr 2025 01:56 |
| Last Modified: | 28 Apr 2025 01:56 |
| URI: | http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/30856 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
