TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK SEWA MENYEWA LAPAK DAGANG DENGAN SISTEM PEMBAYARAN HASIL PENJUALAN HARIAN (Studi Kasus di Pasar Punggelan Banjarnegara)

Aulia Febry, Rachmawati (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK SEWA MENYEWA LAPAK DAGANG DENGAN SISTEM PEMBAYARAN HASIL PENJUALAN HARIAN (Studi Kasus di Pasar Punggelan Banjarnegara). Skripsi thesis, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

[img]
Preview
Text
Aulia Febry Rahmawati_Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Sewa Menyewa Lapak Dagang Dengan Sistem Pembayaran Hasil Penjualan Harian (Studi Kasus Di Pasar Punggelan Banjarnegara).pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK “TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK SEWA MENYEWA LAPAK DAGANG DENGAN SISTEM PEMBAYARAN HASIL PENJUALAN HARIAN (Studi Kasus di Pasar Punggelan Banjarnegara) Aulia Febry Rachmawati NIM. 1917301039 Jurusan Hukum Ekonomi dan Tata Negara, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Aktivitas manusia tidak akan terlepas dari sewa menyewa baik sewa jasa maupun sewa benda atau barang. Salah satunya praktik sewa yang ada di Pasar Punggelan Bajarnegara dengan sistem pembayaran harian dan persentase untuk upahnya. Setiap lapak yang disewakan terdapat pemberitahuan melalui kertas yang ditempel oleh pemilik lapak untuk mempermudah penyewa melakukan penyewaan. Dengan adanya sistem seperti itu ada beberapa penyewa lapak yang merasa cemburu atau merasa tidak adil, sebab antara penyewa satu dengan penyewa lainnya berpenghasilan berbeda, namun mendapatkan fasilitas yang sama. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan sumber data yang dikumpulkan melaui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data primer yang digunakan berupa informan dari penyewa lahan sebagai pedagang dan menyewakan lapak sebagai pemilik lapak. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknis analisis data deduktif. Praktik sewa menyewa lapak dagang dengan sistem pembayaran harian antara pemilik lapak dengan pedagang dilakukan secara lisan melalui telepon. Sistem ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat di Pasar Punggelan Banjarnegara. Fakta menarik dari sewa menyewa ini tercermin pada sistem pembayaran upah yang didasarkan pada persentase, setiap lapak akan dikenakan upah sebesar 10% dari hasil penjualan perharinya. Sistem ini dianggap sebagai pembayaran yang berkeadilan, sebab didasarkan pada hasil jual, namun realitasnya sistem ini berdampak pada kerugian dan kecemburuan sosial. Ada beberapa pendapat dari ulama madzhab terhadap sistem pembayaran upah dengan bentuk persentase. Pendapat ulama mazhab Hambali membolehkannya karena didasarkan pada prinsip kerjasama mud{ara>bah dan musa>qah. Sedangkan ulama mazhab Hanafiyah, Syafi'iyah, dan Malikiyah yang tidak membolehkan sistem pembayaran upah semacam itu, karena hal itu menimbulkan ketidakpastian. Jadi dalam masalah ini ulama berbeda pendapat mengenai hukum pemberian upah dengan sistem persentase, ulama mazhab Hambali membolehkan hal itu, sedangkan mazhab Hanafiyah, Syafi'iyah, dan Malikiyah melarangnya. Kata Kunci: Hukum Islam, Sewa Menyewa, Upah, Persentase

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Islamic Law, Lease, Wages, Percentages
Subjects: 2x0 Islam (Umum) > 2x0.9 Islam dan Bidang Lainnya
2x4. Fiqih > 2x4.2 Muamalah > 2x4.29 Aspek Muamalah lain (Taflis, Ihya ul mawaat, Ujroh (upah)Hajr, Luqatah, Kharaj, Jizyah)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Aulia Febry Rachmawati
Date Deposited: 21 Jan 2025 01:42
Last Modified: 21 Jan 2025 01:42
URI: http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/29138

Actions (login required)

View Item View Item