Sarah, Nurbaeti (2024) DAMPAK MENANTU PEREMPUAN YANG TINGGAL SATU RUMAH BERSAMA MERTUA TERHADAP KEHARMONISAN RUMAH TANGGA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UIN Prof.K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
|
Text
SARAH NURBAETI_DAMPAK MENANTU PEREMPUAN YANG TINGAL SATU RUMAH BERSAMA MERTUA TERHADAP KEHARMONISAN RUMAH TANGGA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Dalam membangun sebuah keluarga, suami dan istri memiliki tanggung jawab untuk menciptakan kedamaian diantara mereka dan anggota keluarga lainnya. Hal ini penting supaya dapat membentuk hubungan rumah tangga yang harmonis. Keluarga yang harmonis ditandai dengan adanya kerukunan, keselarasan, dan hubungan yang akrab antar anggota keluarga, baik suami, istri, mertua, serta anggota keluarga yang lain, yang didasari oleh rasa cinta dan kasih sayang. Keharmonisan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan kondusif, terutama dalam situasi di mana menantu tinggal bersama mertua dalam satu rumah. Keharmonisan keluarga dalam perspektif hukum Islam merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga ketentraman dan kesejahteraan keluarga. Dalam konteks menantu yang tinggal satu rumah bersama mertua, hukum Islam memberikan panduan mengenai hak dan kewajiban antar anggota keluarga, termasuk di dalamnya hubungan antara menantu dan mertua. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif yang bersumber pada data primer dengan melakukan wawancara terstuktur kepada tujuh responden yang berstatus sebagai menantu perempuan yang tinggal satu rumah bersama mertua. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menantu perempuan yang tinggal satu rumah bersama mertua dapat mempengaruhi keharmonisan rumah tangga, baik secara positif maupun negatif. Pengaruh positifnya meliputi stabilnya ekonomi bagi menantu, penghematan biaya hidup, dan adanya bantuan dalam mengelola rumah tangga. Namun, pengaruh negatifnya mencakup bertambahnya beban bagi mertua, tidak terpenuhinya hak-hak istri secara penuh oleh suami, timbulnya konflik dan kesalahpahaman, serta munculnya rasa canggung dalam interaksi. Dari perspektif hukum Islam, hukum menantu tinggal bersama mertua adalah mubah (diperbolehkan) akan tetapi dianjurkan untuk tidak (makruh) jika tidak memungkinkan terpenuhinya hak dan kewajiban suami istri, adab dalam berinteraksi dengan mertua, dan keterlaksanaan musyawarah dalam menyelesaikan konflik serta aspek keterpenuhan berbuat baik kepada orang tua.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dampak, menantu perempuan, keharmonisan, Hukum Islam |
| Subjects: | 300 Social sciences > 340 Law > 346 Private law (perdata) > 346.01 Marriage law |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Sarah Nurbaeti |
| Date Deposited: | 23 Oct 2024 03:30 |
| Last Modified: | 23 Oct 2024 03:30 |
| URI: | http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/27722 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
