Ar-Rajl dan Aż-żakar dalam Al-Qur’an (Kajian Semantik Al-Qur’an Toshihiko Izutsu)”

MUHAMMAD IBNU, FIRDAUS (2024) Ar-Rajl dan Aż-żakar dalam Al-Qur’an (Kajian Semantik Al-Qur’an Toshihiko Izutsu)”. Skripsi thesis, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri.

[img]
Preview
Text
Muhammad Ibnu Firdaus_Ar-Rajl dan Aż-żakar dalam Al-Qur’an (Kajian Semantik Al-Qur’an Toshihiko Izutsu)”..pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Ar-Rajl dan Aż-żakar dalam Al-Qur’an (Kajian Semantik Al-Qur’an Toshihiko Izutsu)” MUHAMMAD IBNU FIRRDAUS NIM. 2017501092 Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Jurusan Studi Al-Qur’an dan Sejarah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. A. Yani 40-A (+62-281)-635624 Purwokerto 53126 Email : [email protected] Dalam Al-Qur’an banyak sekali kata penunjukkan pada setiap gender. Ada yang menggunakan nama yang langsung tertuju pada seseorang atau menggunakan kata pengganti yang tetap dengan penggunaan kata yang disesuaikan dengan konteks penggunaan kata. Berangkat dari alasan diatas, penulis tertarik untuk mengkaji makna rajl dan żakar dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (libraru research) yang dianalisis secara deskriftif-kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pandangan Al-Qur’an mengenai kata rajl dan żakar. Dengan menggunakan analisis semantik Toshihiko Izutsu, penelitian ini berusaha menggali makna dasar dan makna relasional, aspek sinkronik dan diakronik, serta weltanschauung kata rajl dan żakar dalam Al-Qur’an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna dasar dari rajl dan żakar adalah laki-laki. Sedangkan makna relasionalnya adalah seseorang laki-laki, suami, makhluk, pemimpin dan orang-orang yang diberikan tanggungjawab oleh Allah swt. Beberapa ayat yang berkaitan dengan kata rajl dan żakar pada masa awal Al-Qur’an turun penggunaan kata rajl dan żakar kebanyakan menunjukkan orang-orang yang diberikan amanah atau atau tanggungjawab, karena pada masa ini masih banyak orang-orang yang belum tau dengan ajaran islam. Pada masa Qur’anik makna kata rajl dan żakar mulai menunjukkan pada setiap gender maupun penunjukkan bagi suami maupun seseorang yang diberkan tanggungjawab dari bagian-bagian ketetapan seperti waris atau ketetapan lainnya. Dari analisis tersebut menghasilakan sebuah konsep weltanschauung dari kata rajl merupakan seseorang yang memiliki tanggungjawab tertentu seperti keluarga maupun orang yang diberikan amanat menjadi pemimpin umat, sedangkan żakar adalah seseorang yang menunjukkan gender laki-laki. Konsep ini menunjukkan bahwa kata rajl dan żakar akan digunakan pada ayat yang bergantung pada konteks pembahasan karena tidak semua kata rajl dan żakar akan fokus menunjukkan seorang laki-laki saja. Kata Kunci : Rajl, Żakar, Semantik Al-Qur’an, Toshihiko Izutsu ABSTRACT Ar-Rajl dan Aż-żakar dalam Al-Qur’an (Kajian Semantik Al-Qur’an Toshihiko Izutsu)”. MUHAMMAD IBNU FIRDAUS NIM. 2017501092 Al-Qur’an and Tafsir Science Study Program Department of Al-Qur’an and History Studies Faculty of Ushuluddin, Adab and Humanities State Professor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Islamic University Purwokerto Jl. A. Yani 40-A (+62-281)-635624 Purwokerto 53126 Email: [email protected] In the Qur'an there are many words indicating each gender. There are those who use names that refer directly to someone or use permanent replacement words with word usage that is adapted to the context of the word use. Departing from the reasons above, the author is interested in studying the meaning of rajl and żakar in the Al-Qur'an. This research uses a library research method which is analyzed descriptively-qualitatively with the aim of describing the view of the Al-Qur'an regarding the words rajl and żakar. By using Toshihiko Izutsu's semantic analysis, this research attempts to explore the basic meaning and relational meaning, synchronic and diachronic aspects, as well as the weltanschauung of the words rajl and żakar in the Al-Qur'an. The results of this study indicate that the basic meaning of rajl and żakar is male. Meanwhile, the relational meaning is a man, husband, creature, leader and people who are given responsibility by Allah SWT. In several verses related to the words rajl and żakar in the early days of the Qur'an, the use of the words rajl and żakar mostly denote people who are given a mandate or responsibility, because at this time there were still many people who did not know the teachings of Islam. In the Qur'anic period, the meaning of the words rajl and żakar began to refer to each gender and designation for a husband or someone who was given responsibility for parts of the provisions such as inheritance or other provisions. This analysis produces a concept of weltanschauung from the word rajl, which is someone who has certain responsibilities, such as family or someone who is given the mandate to be the leader of the community, while żakar is someone who shows male gender. This concept shows that the words rajl and żakar will be used in the verse depending on the context of the discussion because not all the words rajl and żakar will focus on showing just a man. Keywoard : Rajl, Żakar, Semantics Al-Qur’an, Toshihiko Izutsu

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Keywoard : Rajl, Żakar, Semantics Al-Qur’an, Toshihiko Izutsu
Subjects: 2x1 Al Qur'an dan Ilmu Berkaitan > 2x1.1 Ilmu Al Qur'an > 2x1.19 Ilmu Al Qur'an Lainnya
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora > Ilmu Al Quran dan Tafsir
Depositing User: Muhammad ibnu firdaus
Date Deposited: 21 Oct 2024 02:25
Last Modified: 21 Oct 2024 02:25
URI: http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/27492

Actions (login required)

View Item View Item