Analisis Maslahah Terhadap Tradisi Perkawinan Betamat Telok Idang (Studi Kasus di Desa Paya Benua Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka)

Mahesa, Ananda Nazaril (2024) Analisis Maslahah Terhadap Tradisi Perkawinan Betamat Telok Idang (Studi Kasus di Desa Paya Benua Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka). Skripsi thesis, UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri.

[img]
Preview
Text
Mahesa ananda Nazaril_Analisis Maslahah Terhadap Tradisi Perkawinan Betamat Telok Idang.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Tradisi betamat telok idang pada pernikahan adat Bangka merupakan tradisi prosesi yang dilakukan setelah kedua melakukan akad nikah. Betamat merupakan meminta keberkahan dari membaca Al-Quran juga untuk mengharapkan keturunan yang soleh solehah dimasa yang akan datang. Telok Idang adalah telur yang dihias mulai dari diberikan warna-warna sampai dibuatkan tempat pada setiap telurnya, dan pohon pisang sebagai wadah ditancapkannya telur-telur tersebut kemudian ketan sebagai penguat agar bisa berdiri dengan kuat. Dalam tradisi betamat telok idang dibagi menjadi 2 rangkaian acara, seperti acara yang pertama masyarakat menyebutnya acara orang tua karena itu acara inti dan lebih banyak dihadiri oleh orang tua. Rangkaian kedua setelah tahlilan dan doa penutup barulah untuk acara umum seperti menikmati hidangan makanan dan lain- lainnya. Penelitian ini berfokus pada dua pertanyaan utama: (1) Bagaimana proses pelaksanaan tradisi betamat telok idang dalam perkawinan adat Bangka di Desa Paya Benua, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka? (2) Bagaimana tinjauan mas{lah{ah terhadap tradisi betamat telok idang dalam perkawinan adat Bangka di wilayah tersebut?. Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Untuk menggambarkan tentang proses pelaksanaan tradisi betamat telok idang di Desa Paya Benua Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka. (2) Untuk menganalisis mas{lah{ah terhadap tradisi betamat telok idang dalam perkawinan adat Bangka di Desa Paya Benua. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research) dengan cara mencari data secara langsung dengan melihat objek yang diteliti, dimana peneliti akan berperan sebagai subjek (pelaku) penelitian. Peneliti melaksanakan penelitian di Desa Paya Benua Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka yang bersifat deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan normative-sosiologis. Dalam teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara/interview, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi betamat telok idang tidak bertentangan dengan syariat Islam, khususnya dalam konsep m as{lah{ah, karena dalam prakteknya dilakukan dengan cara-cara sesuai kaidah hukum Islam dan tidak bertentangan. Yaitu dilakukan dengan pembukaan dengan kalam ilahi (membaca ayat suci al-Qur’an), sambutan-sambutan dari pihak keluarga dan tokoh masyarakat/guru, khataman al-Qur’an dari kedua mempelai dimulai dari surat ad-Dhuha sampai An-Nas, pembacaan nazam, marhaban, berzanji, ditutup dengan tahlilan dan doa penutup. Betamat telok idang juga terdapat nilai sosial, nilai ekonomi, dan nilai filosofis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Perkawinan Adat Bangka, Tradisi Betamat Telok Idang, maslahah
Subjects: 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.9 Adat Istiadat
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Mahesa Ananda Nazaril
Date Deposited: 17 Oct 2024 06:18
Last Modified: 17 Oct 2024 06:18
URI: http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/27444

Actions (login required)

View Item View Item