IMPLEMENTASI HAK ANAK ADOPSI MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM PASAL 77 AYAT 3 (STUDI DI DESA KARANGJAMBE, KECAMATAN PADAMARA, KABUPATEN PURBALINGGA)

David, Setiawan (2024) IMPLEMENTASI HAK ANAK ADOPSI MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM PASAL 77 AYAT 3 (STUDI DI DESA KARANGJAMBE, KECAMATAN PADAMARA, KABUPATEN PURBALINGGA). Skripsi thesis, UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri.

[img]
Preview
Text
DAVID SETIAWAN_IMPLEMENTASI HAK ANAK ADOPSI MENURUT PASAL 77 AYAT 3 KHI.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Anak merupakan amanat serta salah satu karunia Tuhan yang senantiasa harus dijaga. Oleh sebab itu pemenuhan hak asuh anak kandung dan anak adopsi merupakan kewajiban orang tua dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Mengingat dalam pasal 77 ayat 3 Kompilasi Hukum Islam berisi tentang Suami isteri (orang tua) memikul kewajiban untuk mengasuh dan memelihara anak-anak mereka, baik mengenai pertumbuhan jasmani, rohani maupun kecerdasannya dan pendidikan agamanya dari pasal tersebut maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemenuhan hak anak kandung dan anak adopsi di Delsa Karangjambe, Padamara, Purbalingga. Jenis penelitian ini menerapkan field research kualitatif dengan objek dalam penelitian ini adalah 10 keluarga yang mengadopsi anak maupun tidak di Desa Karangjambe Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga. Dari 10 keluarga yang mengadopsi anak terdapat 4 keluarga yang diwawancarai. Sumber data yang digunakan dalan penelitian ini berupa dokumen atau asip. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian Implementasi hak anak adopsi menurut kompilasi hukum Islam pasal 77 ayat 3 mengenai kewajiban untuk mengasuh dan memelihara anak-anak mereka, baik mengenai kesehatan jasmani, rohani maupun kecerdasannya dan pendidikan agamanya, pemenuhan hak asuh yang diperoleh antara anak kandung dan anak adopsi terkait dengan kesehatan jasmani, rohani, kecerdasannya dan pendidikan agama tidak ada yang dibedakan, namun ada beberapa hak yang tidak di peroleh anak adopsi antara lain: Anak adopsi tidak berkedudukan sebagai pewaris dari orang tua angkat, melainkan tetap sebagai pewaris dari orang tua kandungnya, demikian juga orang tua adopsi tidak berkedudukan sebagai pewaris dari anak adopsinya. Anak adopsi tidak boleh menggunakan nama orang tua adopsinya secara langsung kecuali sekedar sebagai tanda pengenal atau alamat. Orang tuu anak adopsi tidak dapat bertidak sebagai wali dalam perkawinan terhadap anak adopsinya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Implementasi, hak asuh, dan anak adopsi.
Subjects: 2x4. Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.37 Menyusui dan Mengasuh
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Nabila Zulfah
Date Deposited: 16 Oct 2024 03:49
Last Modified: 16 Oct 2024 03:49
URI: http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/27367

Actions (login required)

View Item View Item