PRAKTIK UTANG PIUTANG BERSYARAT PADA KERJASAMA PENANAMAN SAYUR PAKCOI PERSPEKTIF FIKIH MUAMALAH (Studi Kasus Di Desa Cendana Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga)

Dwi, Rosti Mukarromah (2024) PRAKTIK UTANG PIUTANG BERSYARAT PADA KERJASAMA PENANAMAN SAYUR PAKCOI PERSPEKTIF FIKIH MUAMALAH (Studi Kasus Di Desa Cendana Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga). Skripsi thesis, UIN PROF. K. H. SAIFUDDIN ZUHRI PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
Dwi Rosti Mukarromah_Praktik Utang Piutang Bersyarat.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Kerjasama penanaman sayur pakcoi di Desa Cendana Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga, menggunakan akad utang piutang{. Kerjasama tersebut dilakukan petani untuk menjalankan usahanya dengan cara berutang kepada pengepul. Namun, pengepul memberikan syarat kepada petani berupa pengembalian utang dalam bentuk hasil panen. Hasil panen sayur pakcoi disyaratkan harus dijual kepada pengepul. Sedangkan dalam Islam utang piutang tidak boleh dengan syarat yang memberatkan salah satu pihak, selain itu klausul akad utang piutang tidak boleh disatukan dengan akad lain. Dengan demikian perlu diketahui bagaimana tinjauan fikih muamalah terhadap peristiwa tersebut. Penulisan ini termasuk dalam penulisan lapangan dengan menggunakan pendekatan yuridis-empiris. Penulisan lapangan fokus pada peristiwa yang ada di Masyarakat. Data yang digunakan berupa wawancara dan observasi. Sumber data primer yang digunakan berupa informan dari pengepul (muqrid{) yang memberikan utang dan petani (muqtarid{) orang yang berutang dalam kerjasama penanaman sayur pakcoi di Desa Cendana. Analisis data yang digunakan adalah teknis analisis data deskriptif kualitatif dengan bentuk pendekatan induktif. Hasil penulisan ini menunjukkan praktik akad utang piutang bersyarat pada kerjasama penanaman sayur pakcoi di Desa Cendana, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, bahwa praktik utang piutang antara petani dengan pihak pengepul, kerjasama yang dilakukan secara lisan, dalam bentuk kerjasama utang piutang sebesar Rp 5.500.000,-10.500.000, dengan syarat pengembalian uang dalam bentuk hasil panen. Dalam fikih muamalah praktik utang piutang itu termasuk dalam akad qard{ bersyarat dengan ketentuan syarat fasid yang mufsid, syarat yang hanya menguntungkan salah satu pihak saja yaitu hanya muqrid{. Dengan meminta petani untuk mengembalikannya dalam bentuk hasil panen dengan harga yang ditentukan oleh muqrid{. Hal ini menyebabkan petani pakcoi mengalami kerugian atas utang piutang tersebut. Sebab harga sayur pakcoi yang fluktuatif, selain itu muqrid{ memberikan harga yang tidak standar dari pengepul pakcoi lainnya. Sehingga hal itu hanya menguntungkan pengepul sebagai muqrid{. Maka hukum akad qarḍ tersebut tidak boleh karena mempersyaratkan diluar utang piutang itu sendiri yang menguntungkan pihak muqrid{.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Utang Piutang Bersyarat, Sayur Pakcoi, fikih muamalah
Subjects: 2x4. Fiqih > 2x4.2 Muamalah > 2x4.24 Persekutuan (Syirkah, Qirad, Mudhorobah, Murabahah, Musaqoh, Muzaroah)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Dwi Rosti Mukarromah
Date Deposited: 09 Oct 2024 02:12
Last Modified: 09 Oct 2024 02:12
URI: http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/27183

Actions (login required)

View Item View Item