Sarif, Hidayat (2024) PEMAKNAAN TRADISI PETUNG PADA MASYARAKAT MUSLIM DESA SELAKAMBANG KECAMATAN KALIGONDANG KABUPATEN PURBALINGGA. Doctoral thesis, UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri.
|
Text
Sarif Hidayat_Pemaknaan Tradisi Petung pada Masyarakat Muslim Desa Selakambang Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga (1).pdf Download (3MB) | Preview |
Abstract
Masyarakat Indonesia terkenal dengan masyarakat yang sangat menjunjung tinggi tradisi dan adat istiadat yang telah diwariskan oleh leluhur atau nenek moyangnya sejak zaman dulu. Selain terkenal dengan adat istiadat dan tradisinya, masyarakat Indonesia terkenal dengan masyarakat yang religius dan agamis atau menjunjung tinggi nilai-nilai agama yang dianutnya. Kolaborasi kebudayaan dan agama tersebut, mewujud dalam beragam aspek penting kehidupan. Salah satunya adalah tradisi petung yang digunakan dalam menentukan pernikahan, khitanan, membangun rumah, menempati rumah, atapun yang lainya. Tradisi petung ini dapat ditemui salah satunya pada masyarakat muslim desa Selakambang, Purbalingga. Tradisi yang dalam prosesnya ini mencampurkan praktik ibadah dengan tradisi Jawa seperti menggunakan sesaji, rumus-rumus perhitungan weton, pemaknaan tanda-tanda alam ini masih lestari hingga hari ini. Metode penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologil. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersumber pada data penelitian berupa fenomena yang berkaitan dengan tradisi petung (penghitungan hari dan tanggal) yang terdapat di desa Selakambang yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan kajian literatur. Penelitian ini dilaksanakan dari Juli 2022 hingga Mei 2024 (satu tahun sepuluh bulan). Penelitian ini berfokus pada pendeksripian dan analisa tentang pemaknaan tradisi petung pada masyarakat desa selakambang serta kontestasinya bagi masyarakat di masa kini. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang ditemukan, tradisi perhitungan hari dan tanggal (petung) dalam penentuan hari dilakukan berdasarkan penghitungan yang dilakukan oleh Kaki Petung atau kasepuhan desa Adat Selakambang dalam menentukan perjodohan, hari pernikahan, khitanan, pembuatan dan perpindahan rumah, pergi merantau atau mencari rejeki, hingga menghadap wong agung atau orang penting. Terdapat juga ritual krenah yang bertujuan untuk ‘menyelamati’ kedua mempelai yang hasil petungnya dinilai kurang baik. Dalam proses ritual yang dijalankan, Kaki Petung dan orang yang dipetung ini menjalankan ritual ibadah, seperti melakukan puasa, salat sunnah hajat, dan membacakan zikir penyuwunan. Dalam kontestasinya, masyarakat muslim Selakambang terbagi atas tiga golongan, yaitu melakukan petung secara keseluruhan, tidak melakukan petung secara keseluruhan, dan melakukan petung sebagian.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | desa adat Selakambang, kontestasi, pemaknaan, tradisi petung |
| Subjects: | 2x0 Islam (Umum) > 2x0.1 Islam dan Filsafat 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.1 Masyarakat Islam 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.9 Adat Istiadat 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.9 Adat Istiadat > 2x6.94 Adat Istiadat setempat 300 Social sciences > 306 Culture and institutions |
| Divisions: | Doktoral (S3) Islamic Interdisiplinary |
| Depositing User: | Sarif Hidayat, S.Ag., M.S.I. Hidayat, S.Ag., M.S.I. |
| Date Deposited: | 07 Oct 2024 03:26 |
| Last Modified: | 07 Oct 2024 03:26 |
| URI: | http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/27141 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
