HAK PESANGON KARYAWAN AKIBAT PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA PERSPEKTIF IJARAH ‘ALA AL-‘AMAL (Studi Kasus Rita Bakery dan Moro Mall Purwokerto)

Dinar, Mawarni (2024) HAK PESANGON KARYAWAN AKIBAT PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA PERSPEKTIF IJARAH ‘ALA AL-‘AMAL (Studi Kasus Rita Bakery dan Moro Mall Purwokerto). Skripsi thesis, UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri.

[img]
Preview
Text
DINAR MAWARNI_HAK PESANGON KARYAWAN AKIBAT PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA PERSPEKTIF IJARAH 'ALA AL-'AMAL (STUDI KASUS RITA BAKERY DAN MORO MALL PURWOKERTO).pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah keputusan untuk menghentikan hubungan kerja karena beberapa sebab yang menyebabkan kehilangan hak dan kewajiban antara pekerja/buruh dan perusahaan. Hal itu juga terjadi pada perusahaan Rita Bakery dan Moro Mall Purwokerto. Rita Bakery merumahkan 80 karyawan dari 100 karyawannya pada saat Covid-19. Setelah Covid-19 tersebut mereda, Rita Bakery mempekerjakan kembali 15 karyawan dari 80 karyawan, namun sisanya tidak dipanggil lagi untuk dipekerjakan sampai saat ini. Sedangkan Moro Mall Purwokerto memutus hubungan kerja para karyawannya karena pailit. Penelitian dalam skripsi ini menggunakan penelitian kualitatif atau dengan model penelitian lapangan (field research) yaitu analisis data yang dilakukan secara sistematis untuk mengambil data yang ada di lapangan, sehingga data-data yang dipaparkan mudah untuk diinterpretasikan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data primer diperoleh dari ex karyawan dan juga dari pihak manajemen Rita Bakery dan Moro Mall Purwokerto. Dan sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, situs web, dan karya ilmiah yang terkait dengan ijarah ‘ala al-‘amal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian hak pesangon kepada 65 karyawan akibat PHK di Rita Bakery tersebut belum terpenuhi, seperti uang penggantian hak selama kerja, uang pesangon, dan juga BPJS, para karyawan hanya mendapatkan gaji dan tunjangan sebesar Rp. 300.000. Sedangkan di Moro Mall Purwokerto telah terpenuhi uang gaji, uang penggantian hak, dan tunjangan lainnya, namun untuk uang pesangon masih belum dibayarkan sepenuhnya, pesangon tersebut masih kurang sekitar Rp. 3 Miliar yang belum dibayarkan ke para karyawan, dikarenakan menunggu aset Moro tersebut laku. Permasalahan tersebut termasuk akad ijarah ‘ala al-‘amal, yaitu akad sewa atas jasa atau pekerjaan seseorang, yang berkaitan erat dengan upah mengupah. Ijarah dalam hukum Islam sendiri hukum asalnya adalah boleh apabila dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Islam. Pemberian hak pesangon di Rita Bakery dan Moro Mall Purwokerto belum sesuai dengan akad perjanjian ijarah yang telah diperjanjikan di awal kerja. Sedangkan dalam perjanjian islam bahwa dalam akad ketika sudah terjadi kesepakatan maka harus dilaksanakan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 2x4. Fiqih > 2x4.2 Muamalah
2x4. Fiqih > 2x4.2 Muamalah > 2x4.29 Aspek Muamalah lain (Taflis, Ihya ul mawaat, Ujroh (upah)Hajr, Luqatah, Kharaj, Jizyah)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Sdri Dinar Mawarni
Date Deposited: 26 Apr 2024 04:26
Last Modified: 26 Apr 2024 04:26
URI: http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/24480

Actions (login required)

View Item View Item