Neswara, Alda Arifa (2023) TRADISI COWONGAN BANYUMAS PERSPEKTIF 'URF (STUDI KOMPARATIF PANDANGAN TOKOH NAHDLATUL ULAMA DAN MUHAMMADIYAH KABUPATEN BANYUMAS). Skripsi thesis, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri.
|
Text
NESWARA ALDA ARIFA-SKRIPSI.pdf Download (3MB) | Preview |
Abstract
Tradisi Cowongan merupakan sebuah ritual memanggil hujan yang dilakukan pada saat musim kemarau tiba di bulan ketiga, tradisi ini berasal dari Desa Plana Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Kaitannya dengan tradisi di dalam Islam terdapat salah satu sumber hukum Islam bernama ‘Urf, dengan memandang tradisi dari kacamata ‘Urf maka sebuah tradisi atau adat bisa dijadikan sebagai hukum serta jika tradisi tersebut memenuhi dan menerapkan syarat-syarat dari konsep‘Urf. Melihat hal ini tokoh keagamaan dari kalangan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah memiliki pandangan tersendiri yang ditinjau dari sudut pandang mereka. Penyelarasan antara tradisi Cowongan dengan ‘bersandar kepada ‘Urf menjadi topik yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis sudut pandang antar tokoh dalam menyikapi problematika tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung di lokasi penelitian. Data primer diperoleh secara langsung dari sumber data oleh peneliti, serta data sekunder diambil dari buku, artikel, dan hasil penelitian lain. Proses pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun metode analisis data menggunakan metode deduktif yakni melihat permasalahan dari yang umum ke khusus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pandangan antar tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah terhadap tradisi Cowongan, mereka berpendapat bahwa tradisi ini adalah sebuah kearifan lokal yang ada yang bisa dilestarikan sebagai salah satu bentuk seni kebudayaan selagi tradisi tidak berseberangan dari nilai-nilai syariat serta tradisi tersebut tidak mengandung kemusyrikan di dalamnya. Kemudian pandangan antar tokoh terkait tradisi Cowongan jika ditinjau dari perspektif ‘urf berbeda-beda, ada dua tokoh yang mengatakan tradisi Cowongan sejalan dengan konsep ‘urf dan pandangan dua tokoh lain mengatakan bahwa tradisi Cowongan tidak sejalan dilihat dari perspektif ‘urf. Masing-masing pandangan pun sejalan dengan konsep ‘urf yang mereka pahami secara praktis, dan dengan menggunakan dalil atau landasan yang kuat atau dapat diterima akal. Adapun persamaan pendapat antar tokoh adalah, harus terpenuhinya syarat-syarat ‘urf yang boleh diamalkan. Sementara perbedaannya, antar tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah berbeda sudut pandang tentang hukum tradisi Cowongan ditinjau perspektif ‘urf.
Item Type: | Thesis (Skripsi) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Tradisi Cowongan, ‘Urf, Tokoh Nahdlatul Ulama, Tokoh Muhammadiyah, Kabupaten Banyumas |
Subjects: | 2x4. Fiqih > 2x4.02 Ushul Fiqih 2x4. Fiqih > 2x4.9 Aspek Fiqih lainnya 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.7 Kesenian dan Kebudayaan 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.7 Kesenian dan Kebudayaan > 2x6.79 Seni Drama, Sinetron, Film |
Divisions: | Fakultas Syariah > Perbandingan Madzhab |
Depositing User: | Neswara Alda Arifa sdri |
Date Deposited: | 26 Oct 2023 07:46 |
Last Modified: | 26 Oct 2023 07:46 |
URI: | http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/22313 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |