Khanifah, Nurfaizah (2021) PERILAKU MASYARAKAT KOTA TEGAL DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN SEKUNDER PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH. Masters thesis, UIN Prof.KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
|
Text
Cover_BAB I_BAB V_Daftar Pustaka.pdf Download (753kB) | Preview |
|
|
Text
khanifah nurfaizah_PERILAKU MASYARAKAT KOTA TEGAL DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN SEKUNDER PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH-1.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Konsumsi merupakan suatu hal yang harus dipenuhi dalam kehidupan manusia, karena manusia membutuhkan berbagai kebutuhan untuk dapat mempertahankan hidupnya. Dalam Islam selama hal itu dilakukan sesuai dengan aturan-aturan syara', maka tidak akan menimbulkan problematika. Akan tetapi, ketika manusia memperturutkan hawa nafsunya dengan cara-cara yang tidak dibenarkan oleh agama, maka hal itu akan menimbulkan malapetaka berkepanjangan. pengeluaran konsumsi masyarakat Indonesia secara nyata terutama di masyarakat kota Tegal lebih mementingkan status sosial hingga berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan kepuasan dalam memenuhi kebutuhan, pada masyarakat Tegal yang masyoritas menjunjung tinggi nilai Islam, namun tidak memahami secara mendalam dalam memenuhi kebutuhan apakah barang dan jasa yang mereka peroleh atau gunakan sesuai dengan prinsip Islam atau hanya dinilai sebagai pemuas dalam sosial. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Adapun pendekatan dalam penelitian ini ialah fenomenologi. Data yang diperoleh dianalisis melalui reduksi, penyajian data dan pengambilan kesimpulan serta verifikasi. Data diambil dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis. Melalui penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut pertama Dari segi Prilaku Masyarakat Tegal lebih mementingkan kebutuhan pokok dari pada kebutuhan lainnya. mereka dipengaruhi oleh faktor psikologi, sosial dan pribadi. Dalam pemenuhi kebutuhan mereka memilih barang dan jasa yang halal, pendapatan di dapatkan dari hasil yang halal. Sebagian masyarakat yaang berpenghasilan dibawah UMK dalam memenuhi kebutuhan sekunder memilih cara lain meski pendapatan tidak memenuhi keinginan. Kedua Praktek di masyarakat kota Tegal dalam memenuhi kebutuhan belum sepenuhnya menjalankan sesuai prinsip Islam terutama dalam memenuhi kebutuhan sekunder. Dalam prinsip sederhana tidak bermewah-mewahan sebagian masyarakat Tegal masih mementingkan gengsi dan lebih mementingkan keinginan dari pada kebutuhan primer, selain karna gengsi faktor budaya dan lingkungan menjadi faktor yang paling kuat di masyarakat kota Tegal dalam memenuhi kebutuhan sekunder. Kata kunci : Konsumsi,kebutuhan sekunder, perspektif ekonomi syariah
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Konsumsi,kebutuhan sekunder, perspektif ekonomi syariah |
Subjects: | 300 Social sciences > 330 Economics |
Divisions: | Pascasarjana > Ekonomi Syariah |
Depositing User: | Sdri Khanifah Nurfaizah |
Date Deposited: | 01 Sep 2021 08:16 |
Last Modified: | 01 Sep 2021 08:16 |
URI: | http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/11158 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |